This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Popular

Rabu, 20 Maret 2013

Love in piece of Candy : Han Hyo Joo and Jo in Sung

hoohh.. pas banget kan yaa chingu :))
ini keliatannya manis banget dua-duanya..makanya saya bilang two of them like a candy...there is love in piece of candy..he hehe.
ahhh.tapi ini paduan yang keren dan manisss..*gula kali.. he he he



DAUN JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN (quote)


"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia jatuh begitu saja, tak melawan. Mengikhlaskan semuanya…
Hidup harus menerima, penerimaan yang indah.
Hidup harus mengerti, pengertian yang benar.
Dan hidup harus memahami, pemahaman yang tulus…
Tak peduli darimana penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang.
Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan…
“Membujuk hati berdamai dengan harapan…”
“Yakinlah, mengenang semua perasaan itu tak sesulit yang dibayangkan.”

Quote from TERE LIYE on daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Sabtu, 09 Maret 2013

ILMU MENUNGGU & BERHARAP

 ( repost from Tere Liye fb) 

     Ini selalu saja menjadi pertanyaan banyak orang. Bagaimana sebaiknya menunggu sesuatu? Bagaimana berharap sesuatu? Apa yang harus dilakukan saat menunggu? Apa yang harus dikerjakan saat berharap? Bagaimana kalau ternyata hasilnya sia-sia, mengecewakan?


Saya tidak punya jawaban pastinya; tulisan ini hanya menawarkan beberapa konsep atau pemikiran yang mungkin bisa digunakan sebagai penjelasan, lantas membentuk pemahaman baik. Saya selalu menyukai pendekatan ini, temukan beberapa pemikirannya, jadikan dia kaki-kaki pondasi, lantas baru bangun pemahaman yang kokoh. 

Senin, 04 Maret 2013

PPDS/ RESIDENSI DI LUAR NEGERI

      PPDS/residensi di luar negeri merupakan salah satu alternatif pengembangan spesialistik untuk general practitioner. Negara maju (developed country) biasanya menjadi referensi bagi dokter-dokter di Indonesia untuk memperdalam ilmu spesialis dalam bidang kedokteran. Pertimbangan kemajuan IPTEK dan honour sering menjadi alasan utamaWalaupun pada dasarnya setiap negara dan tempat pasti memiliki kekhasan dalam penanganan penyakit terkait dengan epidemiologi. Karena itu sekalipun residensi di luar negeri menjanjikan setumpuk kemanfaatan dan nilai positif kita juga harus mempertimbangkan aplikasi dan implementasi ilmu yang kita pelajari di tanah ibu pertiwi kita, sejauh mana kemanfaatan ilmu yang kita dapatkan di luar negeri untuk diterapkan pada kasus-kasus di daerah tropis seperti negara kita. 



Not less, but sure. It's about Learning and It's enriched by experiences.
Long-life study was the principal of Doctor :)


Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI)

Solusi atau Masalah baru?
Sekilas Uji Kompetensi
Pada tahun 2004, dunia kedokteran dikejutkan oleh pemberlakuan undang-undang baru di dunia kedokteran, yang selama ini hampir tidak tersentuh hukum. Ketakutan masyarakat terhadap permasalahan praktik kedokteran, termasuk di dalamnya malpraktik, telah dijawab oleh pemerintah dengan diberlakukannya Undang-undang no. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran. Meskipun diharapkan dapat menjawab permasalahan, ternyata justru muncul permasalahan baru terkait adanya pasal yang dinilai kontroversial. Termasuk di dalamnya, larangan berpraktik lebih dari tiga tempat, hukuman bagi dokter yang lalai memasang papan nama dokter, dan sertifikasi kompetensi kedokteran. Permasalahan yang paling terakhir inilah yang paling menarik karena membawa revolusi dalam tatanan kehidupan kedokteran.
Menurut amanat UU no. 29 tahun 2004, setiap dokter harus melampirkan sertifikat kompetensi jika ingin melakukan registrasi di Konsil Kedokteran Indonesia. Hal ini menjadi mutlak karena izin praktik dokter hanya dapat diberikan kepada dokter yang telah terdaftar di konsil. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, diadakanlah suatu prosesi uji kompetensi yang diatur dan diselenggarakan oleh kolegium disiplin ilmu terkait. Sasaran ujian ini adalah semua dokter yang akan/telah berpraktik, tanpa terkecuali dokter umum, dokter spesialis, sampai guru besar. Uji Kompetensi Dokter Indonesia ini bertujuan antara lain untuk memberikan informasi tentang kompetensi dokter secara komprehensif –pengetahuan, keterampilan, dan sikap – kepada pemegang kewenangan yang memberikan sertifikat kompetensi. Ujian akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun sekali dengan bentuk ujian bisa berupa ujian tulis, portfolio, atau bahkan OSCE. Khusus untuk dokter yang baru lulus, terdapat hal yang khusus. Lulusan dokter kurikulum lama dengan masa studi 6 tahun akan diuji kompetensinya dengan ujian tertulis. Sedangkan lulusan dokter kurikulum fakultas 2005 dengan masa studi 5 tahun mengalami uji kompetensi dengan mengikuti internship selama 1 tahun. Uji kompetensi dilaksanakan dua kali dalam setahun dan telah dilaksanakan dua kali semenjak pertama kali dirumuskan. Untuk lulusan dokter per Juli 2007, yang pertama diadakan pada Juni 2007 dan yang kedua baru saja pada 18 Februari 2008. Soal-soal uji kompetensi terdiri dari 200 butir dengan waktu pengerjaan 200 menit. Bentuk soalnya adalah pilihan ganda berupa analisis kasus.

FOREVER MORE

My february......My lovely month at all......

i'll be the one to love youu 
when you need me
i'll be there to make you smile
when the morning comes..
forever more......

forever More....
You and me
forever more,
loving you as always