Popular

Selasa, 30 Maret 2010

HAK dan Kewajiban DOKTER

KASUS II PERSPEKTIF DAN HAM
Hak dan kewajiban dokter 


Suatu malam, dr.X yang tengah mengikuti pendidikan spesialis, sedang mempersiapkan suatu laporan dengan sangat serius. Besok dia akan mempersentasikan kasus terakhirnya dan akan menjadi penentu berhak atau tidaknya dia mengikuti ujian akhir untuk meraih gelar dokter spesialis. Kasus ini telah dikajinya selama berminggu-minggu. Lalu tiba-tiba seorang kerabatnya menelpon dan meminta sang dokter datang untuk memberikan perawatan pada ayahnya. Ayah kerabatnya menderita berbagai komplikasi penyakit yang bahkan tidak dapat ditangani lagi oleh dokter spesialis. Menyuruhnya kerumah sakit juga percuma karena dokter-dokter ahli di kota itu sudah sepakat untuk tidak lagi melakukan intervensi medis.
 Dalam kebingungannya antara memenuhi permintaan kerabatnya atau tetap meneruskan gasnya yang sempat tertunda, akhirnya dr.X memutuskan untuk menuju rumah kerabatnya. Setelah tiba di sana dan melihat kondisi pasien, dia merasa sangat prihatin. Dia paham tidak ada lagi yang dapat dilakukan selain mempertahankan kondisi yang masih ada. Jadi, dia hanya memasang infus dan tidak memberikan obat apapun. Kerabatnya akan menyewa tenaga perawat untuk membantu dr.X memantau keadaan pasien tersebut. Lalu dr.X pun pulang ke rumahnya dengan pikiran yang penuh, karena dia tahu tugas persentasinya sudah terbengkalai. Dia hanya berharap, supervisornya dapat mengerti dengan keadaannya.
bagaimana anda menangani kasus diatas???? bingunn juga..

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

mampir comment dulu sodara..