Popular

Kamis, 27 Mei 2010

DETEKSI GLAUKOMA DENGAN SINAR LASER


Para ilmuwan melaporkan kemajuan suatu metode pemeriksaan yang dapat merevolusi diagnosis glaucoma. Cara ini diyakini dapat mendeteksi penyakit tersebut beberapa tahun lebih awal, dibanding metode yang biasa dilakukan saat ini hal itu disampaikan pada pertemuan national meeting of the American Chemical Society (ACS) ke -239 di San Fransisco, AS, 24 maret 2010.

Glaucoma merupakan kelainan mata yang dapat merusak saraf optic. Ini terjadi ketika cairan didalam mata meningkat, menekan saraf optic dan merusaknya. Glaucoma menimpa sekitar 77 juta orang didunia. Sekitar 22 juta terdapat diamerica. Yang menakutkan., walau tanpa gejala, penyakit ini dapat merusak penglihatan secara diam-diam.
Saat ini ada dua teknik utama untuk mendeteksi. Tes pertama ialah tonometri yaitu suatu alat yang digunakan dengan menentukannya pada permukaan luar mata. Cara kedua dengan ophtalmoscopy. Dokter specialis mata akan menggunakan instrument ophtalmoscopy, untuk melihat langsung dengan pupil mata dengan saraf optic. Warna saraf dan penampilan dapat menunjukkan adanya kerusakan akibat glaucoma.

“semua teknik dgunakan untuk mendeteksi, seteleh glukosa menyebabkan kerusakan pada saraf optic. Perlu cara untuk mendiagnosis glaucoma lebih awal, sebelum terjadi kerusakan permanen, sehingga pasien dapat mulai minum obat untuk mengendalikannya” kata Chenxu Yu Ph.D asisten Proffesor di lowe State University,AS.
Yu dan rekannya memaparkan perkembangan dan pengujian awal dari metode baru diagnosis yang dinamakan Ramanspectroscopy. Alat ini dapat menjadi andalan dalam pemeriksan laboratorium. Metodenya menggunakan sinar laser inframerah, yang akan menyebarkan ke sel-sel cahaya saraf optic (sel ganglion retina) didalam mata. Akan dihasilkan pelangi seperti spectrum atau pola, yang mengungkap komposisi sel kimia. Dari hasil ini, para ahli dapat mengidentifikasi perubahan biokimia dalam sel sel retina yang menunjukkan adanya glaucoma.

Yu dan koleganya dr.Sinisa Grozdanic, peneiti glaucoma dan Director Animal Research for the Lowa City Veterans Administration center for treatment prevention of vision loss (VACPTVL), menguji metode ini pada hewan coba anjing. Hasilnya, teknik ini mampu mendeteksi perubahan glaucoma dengan akurasi sekitar 90%.
Jika uji klinis pada manusia menunjukkan hasil yang lebih baik, maka teknik ini siap digunakan di klinik dokter mata lima tahun kedepan. “pemeriksaan akan memakan waktu sekitar 30 menit lebih lama dari tes glaucoma.Tapi lebih akurat diagnosisnya”Kata Yu.
SUMBER : OTC digest
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

mampir comment dulu sodara..