Popular

Kamis, 16 September 2010

Sering Mimpi Buruk ? Bisa Jadi tanda Awal Parkinson


Barcelona, Tak sedikit orang yang pernah merasakan mimpi buruk. Tetapi frekuensi mimpi buruk yang terlampau sering bisa menjadi salah satu tanda awal penyakit Parkinson.

Dilansir dari Dailymail, Rabu (15/9/2010), sebuah studi menemukan bahwa orang yang sering menjerit atau menangis saat tidur akan lebih mungkin mengembangkan penyakit Parkinson pada lima tahun mendatang.

Pada penelitian sebelumnya, peneliti juga telah menemukan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur REM (rapid eye movement/tidur tak nyenyak) serta suka menendang dan memukul saat tidur, berisiko mengalami demensia (kepikunan) dan penyakit Parkinson.

REM atau gerakan mata cepat adalah tahap dalam tidur ketika orang-orang biasanya bermimpi. Orang yang tidur normal akan 'lumpuh' secara efektif pada tahap ini, karena otak memungkin otot-otot tubuh beristirahat dengan baik.

Tapi orang yang mengalami gangguan tidur REM, biasanya akan sering mengalami mimpi buruk dan gerakan kekerasan, seperti menendang dan memukul saat tidur.

Ilmuwan di Barcelona menemukan bahwa seperlima dari orang dengan gangguan tidur REM akan mengembangkan penyakit Parkinson dan penyakit degeneratif lainnya seperti demensia, pada usia di atas 60 tahun.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Alex Iranzo dari Departemen Neurologi di Hospital Clinic, Barcelona, menyelidiki 43 pasien berusia di atas 60 tahun yang semuanya telah didiagnosis dengan gangguan tidur REM.

Peneliti menemukan bahwa 30 persen dari pasien tersebut mengalami beberapa bentuk gangguan neurologis 2,5 tahun setelah masalah tidur didiagnosis. Gangguan neurologis terbanyak yang ditemukan adalah penyakit Parkinson.

Parkinson merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan adanya tremor atau gerakan tubuh yang tidak terkontrol, seperti gemetaran dan kekakuan otot. Dalam kasus tertentu, penyakit Parkinson disebabkan oleh toksin (racun), kepala terluka dan obat-obatan.

Orang yang menderita penyakit ini tidak memiliki bahan kimia otak yang disebut dopamin, karena beberapa sel-sel saraf di otak telah mati.

Tanpa dopamin, gerakan tubuh akan menjadi lambat, sering bingung dan kehilangan memori.

sumber : Detik Health

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

mampir comment dulu sodara..