Popular

Jumat, 20 Juli 2012

Brain Evoked Response Audiometry (BERA)


Brain Evoked Response Audiometry atau BERA merupakan alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi dini adanya gangguan pendengaran, bahkan sejak bayi baru saja dilahirkan. Istilah lain yang sering digunakan yakni Brainstem Auditory Evoked Potential (BAEP) atau Brainstem Auditory Evoked Response Audiometry (BAER). Alat ini efektif untuk mengevaluasi saluran atau organ pendengaran mulai dari perifer sampai batang otak.25
          Penggunaan tes BERA dalam bidang ilmu audiologi dan neurologi sangat besar manfaatnya dan mempunyai nilai obyektifitas yang tinggi bila dibandingkan dengan pemeriksaan audiologi konvensional. Penggunaannya yang mudah, tidak invasive, dan dapat dilakukan pada pasien koma sekalipun menyebabkan pemeriksaan BERA ini dapat digunakan secara luas.13
              Berbagai kondisi yang dianjurkan untuk pemeriksaan BERA antara lain : bayi baru lahir untuk mengantisipasi gangguan perkembangan bicara/bahasa. Jika ada anak yang mengalami gangguan atau lambat dalam berbicara, mungkin salah satu sebabnya karena anak tersebut tidak mampu menerima rangsangan suara karena adanya gangguan di telinga.25
           BERA juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan sumber gangguan pendengaran apakah di koklea atau retro choclearis, mengevaluasi brainstem (batang otak), serta menentukan apakah gangguan pendengaran disebabkan karena psikologis atau fisik. Pemeriksaan ini relatif aman, tidak nyeri, dan tidak ada efek samping,sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk screening medical check up.1   
           Meskipun BERA memberikan informasi mengenai fungsi dan sensitivitas pendengaran, namun tidak merupakan pengganti untuk evaluasi pendengaran formal,dan hasil yang didapat harus dapat dihubungkan dengan hasil audiometri yang biasa digunakan jika tersedia.27
          Brain Evoked Respone Audiometry atau biasa disebut dengan BERA adalah
Suatu pemeriksaan neurologi yang berguna untuk menilai fungsi pendengaran batang otak terhadap rangsangan suara (click) dengan mendeteksi aktivitas listrik pada telinga bagian dalam ke colliculus inferior. Dilakukan secara objektif dan bersifat non-invasif .27,28
Prinsip Pemeriksaan
          Prinsip pemeriksaan BERA adalah untuk menilai potensial listrik di otak setelah pemberian rangsang sensoris berupa bunyi. Pemeriksaan BERA dapat dilakukan pada bayi dan anak dengan gangguan sikap dan tingkah laku, retardasi mental, cacat ganda, dan kesadaran menurun. Pada orang dewasa digunakan untuk memeriksa orang yang berpura-pura tuli atau ada kecurigaan tuli saraf retro koklear.13

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

mampir comment dulu sodara..