Popular

Minggu, 05 Agustus 2012

DASAR DIAGNOSIS TOPIS KLINIS NEUROLOGI


oleh : Dr. Arifin Limoa, Sp.S(K)

Susunan neuromuskulus atau susunan pergerakan

I. TERDIRI DARI SUSUNAN PIRAMIDALIS
o  Sel motoris di korteks motorik
o  Traktus kortikobulber membentuk traktus piramidalis
o  Traktus kortiko spinalis
o  Menyalurkan impuls motorik pada sel-sel motorik batang otak dan medula spinalis.
o  Traktus kortiko bulber mempersarafi sel-sel motorik batang otak secara bilateral, kecuali nervus VII & XII.
o  Berfungsi untuk menyalurkan impuls motorik untuk gerak otot tangkas.
Dalam klinik gangguan traktus piramidalis memberikan kelumpuhan tipe UMN berupa: parese/paralisis
spastis disertai dengan tonus meninggi
o   hiperrefleksi
o   klonus
o   refleks patologis positif
o   tak ada atrofi
Kelainan traktus piramidalis setinggi :
  • Hemisfer : memberikan gejala-gejala hemiparesi tipika
  • Setinggi batang otak : hemiparese alternans.
  • Setinggi medulla spinalis : tetra/paraparese.
       
II. SUSUNAN EKSTRAPIRAMIDAL   

        Rangkaian neuron di korteks selanjutnya membentuk jalan saraf sirkuit meliputi berbagai inti di sub korteks.dan kemudian kembali ke tingkat kortikal. Terdiri dari :
o   korteks serebri area 4s, 6, 8
o   ganglia basalis antara lain nukleus kaudatus, putamen, globus pallidus, nukleus Ruber
o   formasio retikularis,  serebellum. Susunan ekstrapiramidal dengan formasio retukularis :
o    Pusat eksitasi / fasilitasi : mempermudah pengantar impuls ke korteks maupun ke motor neuron.
o    Pusat inhibisi : menghambat aliran impuls ke korteks/motor neuron.
o    Pusat kesadaran
Susunan ekstrapiramidal berfungsi untuk:
o   Gerak otot dasar / gerak otot tonik
o   Pembagian tonus secara harmonis
o   Mengendalikan aktifitas piramidal
Gangguan pada susunan ekstrapiramidal :
o  Kekakuan / rigiditas
o  Pergerakan-pergerakan involunter:
o   Tremor
o   Atetose
o   Khorea
o   Balismus              

III. LOWER MOTOR NEURON
o   Merupakan neuron yang langsung berhubungan dgn otot
o   Dapat dijumpai pada batang otak dan kornuanterior medulla spinalis
o   Pada medula spinalis motor neuron :
o   Alfa motor neuron ………impuls susunan piramidal
o   Gamma motor neuron …… impuls dari EP
o   Gangguan pada LMN memberikan kelumpuhan tipe LMN :
o   Parese yang sifatnya lemas
o   Arefleksi
o   Tak ada refleks patologis
o   Atrofi : cepat terjadi
SUSUNAN SOMESTESIA
                Perasaan yang dirasa oleh bagian tubuh baik dari kulit, jaringan ikat, tulang maupun otot dikenal sebagai somestesia. Terdiri :
o   Perasaan eksteroseptif dalam bentuk rasa nyeri, rasa suhu dan rasa raba.
o   Perasaan proprioseptif : disadari sebagai rasa nyeri dalam, rasa getar, rasa tekan, rasa gerak dan rasa sikap.
o   Perasaan luhur : Diskriminatif & demensional 3

a. Susunan eksteroseptif
  • Disalurkan melalui traktus spinotalamikus
  • Menghantar rasa nyeri, suhu & raba halus
  • Reseptor : 
  • Nyeri 
  • panas à Ruffini
  • dingin à Krause
  • rasa raba à Golgi Mansoni
  • Impuls-impuls diterima oleh reseptor à radiks posterior à kornuposterior à nukleus proprius melewati linea mediana à traktus spinotalamikus à ke rostral melalui medula oblongata pons & mesensefalon à nukleus ventroposterior lateralis talami berakhir pada girus posterior sentralis & korteks asosiasi.

b. Susunan Proprioseptif
  • Disalurkan melalui :
    • funnikulus dorsalis à  girus post.sentralis serebellum
o   traktus spinoserebellaris  dorsalis & ventralis 
  • Menghantar impuls :
    • rasa tekan (vater pacini/ogan Golgi/muscle spindle)
    • rasa getar
    • rasa gerak
    • rasa sikap
    • rasa diskriminatif 
o   Impuls proprioseptif melalui radiks posterior kemudian disalurkan melalui funikulus dorsalis (Goll dan Burdach) à nukleus Gracilis & Cumeatus di medula oblongata
à lemniskus medialis berakhir pada nukleus ventropost.lat. talami à kosteks sensorik.
                à serebellum

Menentukan tinggi lesi medula spinalis berdasarkan :
o   gangguan motorik
o   gangguan sensibilitas
o   gangguan susunan saraf otonom
Gangguan motorik  biasanya timbul kelumpuhan yg sifatnya paraparese / tetraparese
o   Paraparese UMN : lesi terdapat supranuklear thd segmen medula spinalis lumbosakral (L2-S2).
o   Paraparese LMN : lesi setinggi segmen medula spinalis L2-S2 atau lesi infra nuklear.
o   Tetraparese UMN : lesi terdapat supranuklear terhadap segmen medula spinalis servikal IV.
o   Tetraparese :
§  ekst.superior LMN
§  ekst. Inferior UMN
Gangguan sensibilitas :
  • Gangguan rasa eksteroseptif
  • Gangguan rasa proprioseptif
    •  Biasanya yg dipakai u/ tinggi lesi à pemeriksaan eksteroseptif
Gangguan sensibilitas segmental :
o   Lipatan paha : lesi Medula spinalis L1
o   Pusat : lesi med. spinalis thorakal 10
o   Papila mammae : lesi med. spinalis th. 4
o   Saddle Anestesia : lesi pada konus
Gangguan sensibilitas radikuler :
o   Ggn sensibilitas sesuai dgn radiks post.
Ggn sensibilitas perifer :
Glove/stocking anestesia 
Gangguan Susunan Saraf Otonom :
o   Produksi keringat ………test perspirasi
o   Bladder : berupa inkontinensia urinae atau uninhibited bladder.
§  Autonomic bladder / spastic bladder              lesi medula spinalis supranuklear terhadap segmen sakral.
§  Flaccid bladder/overflow incontinence          lesi pada sakrall medula spinalis.
Lesi intrakranial berdasar kelainan motorik
  • Hemiparese / hemiplegia
Tipika
Alternans
  • Posisi ekstremitas : posisi dekortikasiposisi deserebrasi
  • Test fungsi batang otak : pernafasanref. batang otak
  • Involuntari movement : ggn pd susunan ekstrapiramidal.
  • Ggn. Koordinasi : ggn pd serebellum.
SARAF KRANIAL

NERVUS OLFAKTORIUS : saraf penghidu
  • Reseptor à N.I à bulbus olfaktorius à trig. olf. à traktus olf. à
    • korteks pyriformis     (unkus / insula)
o   korteks ass.    (girus hipokampus)
  • Gejala-gejala :
    • Anosmia ….Foster kennedy  Syndrome
    • Hiperosmia
    • Paroosmia
    • Cacosmia
    • Halusinasi Aura
Penyebab :
  • Radang
  • Fraktura basis
  • Tumor lobus frontalis
  • Ateroosklerosis
  • Hysteri
  • Kel. Kongenital.
Tehnik pemeriksaan :
  • Zat yg tidak mudah menguap
  • Lobang hidung ditutup dan menghirup dalam-dalam

NERVUS OPTIKUS
Berfungsi untuk penglihatan
Impuls cahaya à retina à ser.af.àpap.N.II à N.II à for.opt. à chiasma opt. à trak.opt.à korp.gen.lat. à Tr.GC à   * EW  dan   * Colc.sup à korteks ocipitalis
Gangguan nervus II
o   Lesi pd N.optikus : buta total
o   Lesi pd chiasma opt. : hemianopsia binasal / bitemporal.
o   Lesi pd traktus optikus : hemianopsia homonim
o   Lesi pd gen.kal : Quadran anopsia
Pemeriksaan N.II :
  • Pem. Visus :
    • hitung jari = 1/60
    • lambaian tangan = 1/300
    • dpt melihat cahaya = 1/~
    • tak dpt melihat cahaya = 0
  • Pemeriksaan lap. penglihatan :
  •  Perimeter
  •  Kampimeter
  •  Konfrontasi test
o   Hemianopsia scotoma
  • Pem. Fundus : Pap. N.II : pap. Normal atau pap. patoologis  
o   edema papil
o   papil atrofi
o    neuritis optika  (papilitis , neuritis retrobulber )
  • Perepsi warna : Tes ishihara

NERVUS OKULOMOTORIUS (III), NERVUS TROKHLEARIS (IV)NERVUS ABDUCENS (VI)
N. III : Kol.sup: (Serabut motorik , serabut parasimpatik) à sinus kafernosus à fis.orb. sup.àotot2 ekstrabulbar : moi, mrs,mrm, mri.
N.IV : Kol.inf : (serabut motorik ) à sinus kafernosus à fis.orb.supà m.obl.sup
N.VI : Pons : (serabut motorik)à  sinus kafernosus à fis.orb.sup à m.rect.lat 
Fisiologis gerakan bola mata : Konyugat & konvergensi
Pem. N.III, IV, VI :
  • Gerakan bola mata :  strab. Concomitans ,  strab.paralitikus (divergens, konvergens)
  • Celah mata normal simetris : ptosis à miastenia & horner s’
  • Pem. Pupil :
o   normal Ø 3 – 4 mm.
o   miosis – midriasis
o   refleks cahaya langsung / tdk langsung
o   refleks akomodasi
o   ref. siliospinale
Kelainan-kelainan pupil berupa :
  • Argyll Robertson pupil
  • Tonic pupil
  • Horner sindrome
Parese N.III :
  • Oftalmoplegia : Tot – ext. - int.
  • Diplopia
  • Strab. Difergens
  • Ptosis
Parese N.IV. :
  • Strab.konvergens ringan
  • Diplopia
  • Sulit melihat lat.bawah
Parese N.VI :
  • Diplopia
  • Strab.konvergens
  • Parese N.VII
  • Parese N.VI bilat. à TIK meninggi.
N.III, IV, VI :
o   lesi terdpt pd fissura orb. Sup.
o   Sinus cavernosus
o    tangkai hipofise

NERVUS TRIGEMINUS (V)
  • Somato motorik
Nukleus motorik N.V à pertengahan pons à portio minor à foramen ovale à N.V Cab.3          otot-otot pengunyah, otot dasar mulut
  • Somato sensibel terdiri dari :
o   N.V cab.1 = N.oftalmikus : serabut aferen à fis.orb.sup à sinus kavernosus à ganglion Gasseri.
o   N.V. cab 2 = N.maksilaris : serabut aferen à  for infra orbital à for.rotundum à sin.kavernosus à ganglion Gasseri
o   N.V cab.3 = N.mandibularis : aferen à for.ovale à gang. Gasseri.
Serabut-serabut aferen à ganglion gasseri à inti induk somatosensibel à traktus trigeminothalamikus à thalamus.
Pemeriksaan
  • Fungsi motorik :  Buka mulut, Palpasi m.masetter & temporalis
  • Fungsi sensibel : Memakai jarum pentul / pem. Suhu
  • Refleks :
  • Refleks kornea
  • Refleks bersin
  • Refleks Masetter
Ingat :
  • Bila ada ggn fisura orbitali superior à  N.III, IV & VI, dan N.V Cab.1
  • Sinus cavernosus : III, IV, VI & V cab.1 dan 2.

NERVUS FASIALIS (VII)
Serabut-serabut somatomotorik :
o   Nuk.mot.N.VII à Neuraksis à Nuc.N.VI à meninggalkan btg otak à PAI à canalis fasialis à for st.mast :  dahi & mata (bilateral);  mulut(unilateral)
Nukleus motorik N.VII : persarafan secara bilateral dan secara kontralateral dr korteks motorik hemisfer
  • Visero sensorik (pengecap) :
2/3 bag. Depan lidah à korda timpani à ggl genikulatum à nukleus intermedius à nukleus traktus solitarius à thalamus
  • Visero motorik (parasimpatik) :
Nuc.sal.sup :
à ggl sphenopal.à mukosa & kel.farings.
à can.fasialis à korda timpani:  gl.sub maks  & gl.sub.ling
Gejala-gejala ggn N.fasialis
1.       Ggn. Motorik : Parese fasialis perifer dan Parese fasialis sentral
2.       Ggn. Pengecap
3.       Ggn. Pendengaran
Etiologi fasialis parese perifer :
  1. Infeksi
  2. Tumor
  3. Trauma kapitis
  4. Post operasii mastoidektomi
  5. Virus
  6. Idiopatis.

NERVUS AKUSTIKUS (VIII) :
  • Nervus cochlearis
Serabut-serabut somatosensorik yg khas untuk menghantar impuls akustis
Impuls akustis à reseptor (organon korti) à ggl spirale à PAI à nukleus cochlearis à lemniskus lateralis à korteks pendengaran (area 41) pd girus temporali post superior.
  • Nervus Akustikus (VIII) :
  • Nervus vestibularis
                Serabut-serabut somatosensorik u/ menghantar impuls keseimbangan.
Reseptor : Neuroepitelium dr ampula senisirkularis & makula utriculus dan saculus à ggl vestibulare à PAI à nukleus vestibularis à pusat k’imbangan di otak
à serebellum
à motor neuron : batang otak n.III,IV,VI dan  med.spinal.servikal
Ggn. Susunan akustis :
o   Tuli à tuli kortikal, tuli konduktif, tuli perseptif
o   Tinitus
o   Hearing scotoma
Pemeriksaan fungsi pendengaran :
  • Rinne
  • Weber.
Ggn. Susunan vestibuler :
  • Nistagmus : grk. bola mata yg tak terkendali
    • Fisiologis
    • Patologis : okuler,  vestibularis, serebellar
    • Horisontal
    • Vertikal dan penduler
  • Vertigo : perifer:  ggn labirin, neurinoma akustis, refleks venomen, meniere sindrome
  • Vertigo sentral : ggn pd batang otak

NERVUS GLOSSOFARINGEUS (IX)
  • Somato motorik : nuc.ambiguus à otot-otot bag.atas farings.
  • Visero motorik (parasimpatis): nukleus salifatorius inf. à foramen jugulare à ggl ootikum à kelenjar parotis.
  • Visero sensorik (pengecap) / somato sensorik :
  • 1/3 lidah bgn belakang
  • Mukosa farings, tonsil, kavum timpani
  • Sinus karotikus.
Kelainan pada N.IX :
  • Motorik : deviasi uvula,disfagi , regurgitasi, suara binding / sengau
  • Visero sensorik dan somatosensorik :
    • Refleks muntah menghilang,
    • Ggn pd sinus karotikus : bradikardi (-)
    • Dijumpai: vernet’s phenomen , vernet’s syndrome (IX, X, XI)
o   Neuralgia
Penyebab :
  • Ggn pd medula oblongata
  • Foramen jugulare
  • Difteri à neuritis

NERVUS VAGUS (X)
  • Somato motorik : nuk.ambiguus à pal.molle, larings, farings
  • Visero motorik : nuk.dorsalis vagi : kelenjar , otot polos, organ.
  • Visero sensorik : serabut-serabut aferen (faring, laring, trakhea, visc) à ggl nodosum à nukleus trak sol
  • Somato sensorik : serabut aferen (kulit, mae, dura fossa posterior) à ggl jugulare à nukleus trak.spinalis nn.trig

Gejala-gejala :
  • Ggn motorik :  Afonia, Disfagia, Refleks muntah menghilang
  • Sensorik : Anestesia, Batuk / nyeri bila ada lesi iritasi
  • Parasimpatis
    • Refleks okulokardiac terganggu
    • Lesi iritasi : ~ Hipersekresi,  ~ Bradikardi, ~ Dilatasi lambung
o   Lesi paralitis : hiposekresi,  takhikardi
Penyebab :
  • Sentral / medula oblongata (CVD, tumor, dll)
  • Perifer : alkoholisme, intoksikasi logam beratinfeksi : neuritis pd diptheri

NERVUS ASSESORIUS (XI)
  • Motorik : Nuk. Motorik à eferen à foramen jugulare dan m.st.cl.mast
  • Pemeriksaan :
    • Atrofi
    • Angkat bahu
    • Sikap kepala
NERVUS HIPOGLOSUS (XII)
  • Motorik :  Nukleus hipoglosus (med.oblongata) à eferen à kanalis hipoglosus
  • Gejala-gejala :  Dysarthri , Deviasi lidah , Sulit menelan
  • Lesi supranuklear : atrofi lidah tidak ada, Fasciculasi tidak ada
  • Lesi infranuklear : Atrofi otot lidah, Fasciculasi positif
Cat.
Nukleus motorik hipoglosus mendapat persarafan sec.
kontralateral dr korteks motorik hemisfer.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

mampir comment dulu sodara..