Popular

Sabtu, 02 Juli 2016

EVAKUASI DAN HOSPITALISASI


Di dalam pertempuran sering terjadi jatuh korban baik dari pihak musuh ataupun pihak kita, untuk itu pertolongan di lapangan yang cepat sangatlah diperlukan untuk menyelamatkan korban yang terluka. Untuk menolong korban kita harus mengetahui tentang jenis dan macam evakuasi.

 Pengertian.

a.         Evakuasi.      Evakuasi adalah kegiatan memindahkan penderita/korban  dari instalasi  kesehatan depan ke instalasi yang lebih tinggi (belakang) untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih sempurna.
b.         Hospitalisasi.  Hospitalisasi adalah kegiatan pemeriksaan, pembuatan diagnosa, pengobatan dan tindakan serta perawatan penderita di rumah sakit.
c.         Rantai Evakuasi Medis.      Rangkaian kegiatan pengiriman korban/ penderita yang berurutan mulai garis depan sampai ke garis belakang (dari satuan kesehatan terdepan sampai satuan kesehatan yang lebih tinggi/belakang).
d.         Satuan Kesehatan lapangan.       Satuan kesehatan yang terdiri dari satuan kesehatan yang secara TOP berada di dalam satuan tempur, satuan bantuan tempur dan satuan bantuan administrasi.

 Macam Evakuasi.        

a.         Evakuasi Strategis.      Evakuasi Strategis adalah kegiatan memindahkan penderita/korban  dari instalasi  kesehatan depan ke instalasi yang lebih tinggi (belakang) yang berada di luar daerah operasi untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih sempurna.

b.         Evakuasi Taktis.       Evakuasi Taktis adalah kegiatan memindahkan penderita/korban  dari instalasi  kesehatan depan ke instalasi yang lebih tinggi (belakang) yang masih berada di daerah operasi untuk mendapatkan pertolongan med

Jenis Evakuasi.

a.         Evakuasi Medis Darat.        Adalah kegiatan memindahkan penderita/korban  dari instalasi  kesehatan depan ke instalasi yang lebih tinggi (belakang) untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih sempurna dengan menggunakan sarana evakuasi angkutan/transportasi darat, seperti mobil ambulans, kereta api dan lain-lain.

1)         Evakuasi medis darat tanpa alat, dilakukan dengan cara POL             (Pengangkutan Orang Luka).

            a)         POL oleh satu orang :

                        (1)       Menyeret korban/penderita.
                        (2)       Menggendong.
                        (3)       Membopong.
                        (4)       Memapah.
                        (5)       Menjulang.

            b)         POL oleh dua orang.

                        (1)       Membopong.
                        (2)       Memapah.
                        (3)       Menggantung.

2)         Evakuasi medis darat dengan alat :

            a)         Dengan tandu.
            b)         Evakuasi dengan ambulan darat.

b.         Evakuasi Medis Udara.       Evakuasi adalah kegiatan memindahkan penderita/korban  dari instalasi  kesehatan depan ke instalasi yang lebih tinggi (belakang) untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih sempurna dengan menggunakan sarana evakuasi angkutan/transportasi udara, seperti helikopter, pesawat udara dan lain-lain.

                        Evakuasi medis korban/penderita melalui udara dinilai mempunyai faktor yang menguntungkan ditinjau dari sisi kecepatan dalam pelaksanaan evakuasi medis. Namun demikian evakuasi medis korban/penderita melalui udara juga dapat mengakibatkan pengaruh yang merugikan terhadap keadaan korban/ penderita dan bahkan dapat membahayakan jiwanya akibat pengaruh tekanan udara dalam kabin maupun ketinggian saat pesawat terbang. Evakuasi medis melalui udara dapat dilakukan dngan alat angkut helikopter (sayap putar/Yaptar) atau pesawat terbang sayap tetap (Yaptap).

1)         Evakuasi medis udara dengan helikopter.         Dalam pengangkutan maupun penurunan penderita pada pesawat helikopter dapat dilakukan pada saat kondisi mesin hidup (baling-baling berputar). Untuk itu diperlukan kewaspadaan yang tinggi bagi regu tandu/penolong saat mendekati maupun meninggalkan helikopter. Dalam pembawaan tandu/alat kesehatan maupun senjata dan lain-lain agar direbahkan sejajar dengan tandunya. Saat pengangkutan kedalam pesawat, posisi kepala didahulukan dalam pemuatannya ke dalam pesawat.
2)         Evakuasi medis udara dengan pesawat terbang sayap tetap (Yaptap). Pemuatan dan penurunan penderita/korban pada pesawat terbang sayap tetap dapat  dilakukan pada kondisi mesin pesawat dalam keadaan mati sehingga tidak perlu begitu memperhatikan hembusan udara dari mesin pesawat. Tapi bila pesawat dalam keadaan hidup, perlu dihindari arah hembusan udara dari mesin pesawat atau baling-baling yang berputar.

Beberapa keadaan yang harus diperhatikan selama pelaksanaan evakuasi medis udara :

1)         Perubahan yang terjadi pada ketinggian saat evakuasi medis udara, kemungkinan terjadinya Hipoksia. Hipoksia yang terjadi akibat ketinggian adalah jenis hipoksik, yaitu suatu keadaan dimana terjadi kekurangan oksigen dalam jaringan yang disebabkan karena menurunnya tekanan parsial oksigen dalam udara yang dihirup.
2)         Penurunan tekanan udara.                Semua aspek fisiologis akibat terjadinya penurunan tekanan udara selain hipoksia disebut sebagai dysbarisma dengan gejala-gejala sebagai berikut :

a)         Efek dari gas yang menguap yang mengakibatkan nyeri sendi/ otot, sukar bernapas dan gangguan neurologis.
b)         Efek dari gas yang mengembang yang semula tersekap yang mengakibatkan gejala sakit perut, rasa sakit pada telinga tengah dan rasa sakit pada rongga sinus.

c.         Evakuasi Medis Air.      Evakuasi adalah kegiatan memindahkan penderita/ korban  dari instalasi  kesehatan depan ke instalasi yang lebih tinggi (belakang) untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih sempurna dengan menggunakan sarana evakuasi angkutan/transportasi air, seperti ambulans air, kapal laut dan lain-lain. Evakuasi medis air dilakukan apabila evakuasi medis melalui darat dan udara tidak memungkinkan. Evakuasi medis air dapat menggunakan sarana angkut perahu, kapal, dan speed boat.

            Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam evakuasi medis melalui air adalah lamanya perjalanan, gelombang dan sarana / prasarana yang tersedia mengingat lamanya perjalanan evakuasi medis.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

mampir comment dulu sodara..